Tuesday, 4 August 2015

Sempurna

Saban hari kau kenal aku,
Kau akan makin kenal aku.
Belang aku.
Lagak baik buruk aku.

Kau boleh kekal di sisi,
dan sama-sama pimpin tangan,
untuk kita sama jadi yang lebih baik.
Atau kau boleh pergi,
dan biarkan aku terkapai dengan buruk aku.

Detik itu kau akan ambil keputusan,
untuk terus utuh di tepi atau pergi.

Kau boleh pergi, cari yang lebih baik.
Tapi percaya satu perkara,
walau kau cari di pelusuk dunia mana pun,
kau tetap tidak akan jumpa yang sempurna.

Kerana sempurna itu dicapai bersama,
bukan dengan pencarian.




- Qaleyya -

Saturday, 27 June 2015

Wahai manusia!

Buat manusia yang tak tahu erti syukur.

Kau kata tidur beralas lantai itu perit,
sedangkan ada yang tidur berlantaikan
bumi.
Kau kata makan nasi sama telur kicap
itu fakir,
sedangkan ada yang tak sentuh nasi
satu hari.

Kau bilang apa saja yang kau tahu
Kau minta apa saja yang kau mahu
Sedang kau tak mengerti,
ada lagi manusia yang sedang berpeluh,
mencari sehelai ringgit sepuluh.
Apa kau pernah peduli?

Mungkin bila saat jatuh,
baru kau tahu ape erti syukur.
Mungkin saat kau tersembam,
baru kau tahu betapa hina kau
dipandang.



-Qaleyya-

Monday, 19 January 2015

Happy Anniversary 19/01/2014 - 19/01/2015

Sedar tak sedar sudah setahun berlalu sejak aku mula2 melangkahkan kaki aku masuk ke dalam Pusat Latihan Polis Kuala Lumpur (PULAPOL). Aku tinggalkan hidup bebas aku diluar dan masuk kedalam untuk membina hidup baru.. Kompeni E platun 43 dimana aku ditempatkan untuk 6 bulan selama disana. Seramai 25 pelatih termasuk aku dari pelbagai negeri.. Kami berkenalan membentuk ukhwah sesama kami kerana selama 6 bulan kami akan bersama ibarat adik beradik.. Pelbagai ragam mewarnai hidup kami selepas itu. Pelbagai kenangan dicipta. Pahit manis semua kami harungi bersama. Masih lagi aku teringat saat didenda beramai2 satu kompeni 1000 kali ketuk ketampi, hentak kaki berlari sehingga ada yang menitiskan air mata tapi itu semua pelajaran untuk kami.. Pengajaran agar tidak melakukan kesalahan lagi. Tidak lupa jurulatih kami RF 127136 Cik Zamzuri bin Manaf. Jurulatih yang paling sporting yang paling memahami kami selama 6 bulan. Terima kasih Cik kerana sanggup melayan karenah2 kami yang pelbagai ini.. Dan kepada jurulatih2 Kompeni E kamu semua yang terbaik. terima kasih kerana sanggup membimbing kami. Dari kami kosong hinggalah penuh dengan ilmu2 PDRM. Kawan2 PLATUN 43, Amy, Sara, Mathuri, navitha, Asmah, Linda, Najwa, Zila, Etika, Bella, Nina, Atikah, Crab, Liyana, Ema, Anne, Adik, Fafau, Elizz, Fatonah, Nana, Thana, Vero, Yun. Aku rindu saat kita kat pulapol.. Walaupun kita hanya 6bulan bersama tapi pelbagai pengalaman dah kita lalui.. Korang semua terbaik... !!

PLATUN 43 KOMPENI E
First day outing after 3month.. Ema, Linda, Atiqah, Aku, Fafau, Nina, Adik, Zila, Bella

Fitik time....

Ema, Aku, Asmah, Sara

Last day sebelum tinggalkan pulapol... 

Vero, Elizz, Adik, Wawa, Aku, Nina, Anne

Sebelum berpisah ke formasi masing2.. 

Team bola sepak Kompeni E..

Last terawikh at Masjid Salehin... 

Ema, Fafau, Aku, Anne

Latihan menembak...

Kawalan kehormatan tamat perbarisan skuad 1/2014

First day outing... Rentung oii....

Bersama JL Kompeni E Cik Azwan & Cik Muhammad

Sijil Kejayaan!!


-Qaleyya-

Wednesday, 14 January 2015

Ini Aku

Kerna aku sering hidup sendiri
Aku lali ditemani sunyi

Menjadi kawan mereka masa susah
Ditinggal semua bila senang
menyinggah

Aku terlalu biasa berdiri di kaki
sendiri
Janggal bila ditemani kanan dan kiri

Sikit aku tak tercalar
Bila masalah mencakar

Aku sudah kalis serangan
Aku telah muflis kebimbangan


-Qaleyya-

Monday, 12 January 2015

Azam 2015

Assalamualaikum... Tak terlewat rasanya tuk aku memulakan azam 2015 aku.. Alhamdulillah apa yang aku ingin sedikit demi sedikit akan aku capai jika diizinkanNya... Pagi ni aku telah dikurniakan berita gembira dimana aku telah mendapat panggilan untuk menghadiri temuduga UNIT TINDAKAN KHAS (UTK) pada 02/02/2015 bertempat di Bridged Miri Sarawak... Dan inilah motif sebenar untuk aku menyertai pasukan beruniform PDRM.. Semoga segalanya dipermudahkan oleh Allah SWT untuk aku menyertai pasukan ini. Amin.. Doakan untuk aku ye kawan2... :)

-Qaleyya-

Monday, 5 January 2015

Mendaki gunung Untuk Menghargai Hidup

Mendaki gunung. Satu kegiatan yang oleh sebagian orang hanya dipandang sebagai kegiatan yang sia-sia. Tatapan mereka sinis dan tak jarang pula disertai dengan cibiran. Mereka pun berkata merendahkan, saat melihat sekolompok orang dengan carier sarat beban, topi rimba, baju lapangan, dan sepatu gunung yang dekil bercampur lumpur. Hanya sebagian saja yang menatap mereka dengan mata berbinar menyiratkan kekaguman.
Mengapa bisa begitu? Itu lantaran tidak banyak yang bisa memahami apa yang dirasakan oleh seorang pendaki. Karena perasaan yang luarbiasa itu hanya bisa benar-benar dirasakan oleh mereka yang telah mendaki gunung. Sehingga karena ketidaktahuan itulah banyak orang yang berseloroh; “Ngapain cape-cape naik gunung, menghabiskan waktu dan uang saja. Sudah disana dingin, ee.. setelah sampai di puncak turun lagi. Sungguh sia-sia….”
Tetapi kawan, tengoklah ketika mereka memberanikan diri untuk bersatu dengan alam agar bisa mendapatkan pendidikan darinya. Mereka melangkah, merayap, duduk dan berbaring hanya untuk merasa lebih dekat dengan ibu pertiwi. Mereka sangat mandiri dengan kepercayaan diri yang tinggi. Angan-angan mereka tinggi dan harapan mereka berkobar di dalam aliran darahnya. Semangat mereka pun terus membara dan “pantang kembali sebelum tiba di puncak idaman”.
Wahai kawan. Para pendaki ini bukanlah orang-orang yang tak berguna. Mereka adalah jiwa-jiwa yang tulus dan penuh rasa menghargai. Cinta pun tak lepas dari hati mereka. Ada semboyan abadi bagi para pendaki, yaitu (1) Jangan mengambil sesuatu kecuali gambar; (2) Jangan meninggalkan sesuatu kecuali jejak; (3) Jangan membunuh sesuatu kecuali waktu. Tiga hal inilah yang selalu tertanam di benak dan sanubari sang pendaki sejati. Sehingga mereka menjadi pribadi yang santun dan pengertian. Jika tidak, patutlah kita mengatakan bahwa ia hanyalah pecundang.
Begitulah segalanya terjadi. Prinsip seorang pendaki adalah, bahwa ketika kita peduli dengan alam, berarti kita telah peduli dengan kehidupan. Dalam sikap yang peduli dengan kehidupan itu, maka kita pun bisa lebih peduli dengan saudara, tetangga, bahkan musuh kita sendiri. Dan satu hal lagi yang tak mungkin dilupakan oleh seorang pendaki sejati adalah dimana ia akan benar-benar meyakini tentang kebesaran Tuhan, sehingga akan terus beriman kepada-Nya.
 Wahai kawan. Tidaklah mudah menjadi pendaki, terlebih dengan banyaknya anggapan miring dengan kegiatan ini. Apalagi yang menyangkut kematian, yang tampaknya lebih dekat dengan para pendaki. Lihatlah! Berulang kali tersiar kabar tentang pendaki yang tewas di gunung. “Mati muda yang sia-sia…” Begitulah komentar orang-orang saat melihat anak muda harus digotong dalam kantung jenazah oleh tim SAR. Padahal soal kematian siapa yang tahu? Mau di gunung atau di kamar tidur, semua bisa saja mati. Di gunung itu hanya salah satu dari sekian banyak alternativ suratan takdir manusia. Kalau ajal sudah waktunya, siapapun akan mati. Tak peduli tempat dan kondisinya.
Kawanku. Jika selalu ketakutan dengan kematian, maka tidak mungkin sejarah mencatat bagaimana gagahnya Ibnu Batutah atau juga Marcopolo dan Columbus dalam menjelajahi dunia. Bagaimana pula kehidupan ini bisa berjalan lebih baik bila para penemu pesawat terbang takut dengan ketinggian? Di gunung, di puncaknya, dimana kaki ini bisa berpijak, terdapat tempat yang penuh kedamaian. Seseorang pun akan merasa dekat sekali dengan Tuhan, sehingga menundukkan kepala untuk bersujud dengan hatinya sekaligus. Disana pula pembuktian diri, tentang sebatas mana kita bertekad. Tentang bagaimana kita bisa melepaskan keegoisan diri dan sifat manja, menjadi seorang yang mandiri dan percaya dengan kemampuan diri sendiri. Bahkan kita pun akan tahu alasannya mengapa kita hidup dan tujuan kita hidup di dunia ini.
 Puncak gunung adalah puncak dari segala puncak. Ia bahkan bertambah nikmat tatkala kabut menyelimuti atau hembusan semilir angin menerpa diri dan sang surya pun terbit atau tenggelam di ufuknya. Sebuah maha karya yang sangat indah dari Sang Pencipta. Yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, lantaran hanya bisa terpana dan menangis terharu. O… betapa kecilnya diri ini, sedangkan Engkau wahai Tuhanku, teramat Agung dan Berkuasa.
Wahai kawan. Hanya bagi mereka yang bergelut dengan alamlah yang mengerti bagaimana rasanya mengendalikan diri dalam tekanan mental dan fisik. Bagaimana pula alam bisa merubah karakter seseorang. Karena alam bisa menjadi ibunda yang pengasih, tetapi bisa pula berbalik menjadi sangar dan menakutkan. Dan bila ada yang berpendapat minor tentang kegiatan alam ini, maka biarkan saja. Sebab siapa saja yang beranggapan begitu, yang memandang kegiatan ini sia-sia dan hanya mengantarkan nyawa, adalah tidak salah, tetapi tidak sepenuhnya benar. Mereka itu hanya belum paham, bahwa ada satu cara yang mereka tidak bisa merasakannya, seperti yang dirasakan oleh seorang pendaki. Yaitu sebuah kemenangan disaat kaki sudah tiba di puncak tertinggi.
Sungguh, semua kenangan indah di puncak gunung tertoreh abadi di dalam jiwa para pendaki. Sebuah pengalaman yang diraih setelah perjuangan panjang mengalahkan diri sendiri. Setelah diri berani mengambil keputusan di antara beberapa pilihan; terus mendaki atau berhenti sampai disini. Karena yakinlah, bahwa tidak hanya di gunung saja kita harus membuat keputusan di tengah tekanan. Dan betapa hidup itu mahal. Betapa hidup itu ternyata terdiri dari berbagai pilihan. Sebab kita harus mampu memilihnya meski dalam kondisi terdesak. Sehingga di gununglah kita belajar. Di gununglah kita bisa lebih baik dalam memilih yang terbaik.
Kawan ku. Satu pesan yang dapat diambil yaitu, janganlah lupa bahwa kita ini hanyalah makhluk yang fana dan lemah. Jangan pernah sombong, karena hanya mendaki satu gunung-Nya saja kita sudah hampir tak berdaya. Bagaimana bila harus menciptakan yang sama dengan ciptaan-Nya itu? Sehingga sadarlah, bahwa tunduk pada setiap perintah-Nya adalah jalan satu-satunya untuk bisa dikatakan bersyukur dan meraih kebahagiaan yang sejati.
Pun ingatlah, bahwa manusia itu suatu saat nanti akan kembali ke asalnya. Tidak ada yang abadi, sebab ia hanya diberikan waktu yang singkat saja. Hanya gunung yang tetap kokoh di tempatnya sebagai pasaknya bumi. Sementara manusia tidak. Ia haruslah senantiasa menghargai hidup dengan salah satu caranya yaitu mendaki gunung. Satu kali mendaki gunung, berarti satu kali ia sudah menghargai hidup. Dua kali, berarti sudah dua kali pula ia telah menghargai hidup. Begitu pun seterusnya, hingga ia pun tidak bisa kembali lantaran telah kembali kepada-Nya.
Salam hormatku selalu untuk para kawan pendaki…
Yogyakarta, 15 Maret 2013
Mashudi Antoro (Oedi`)


#Copy&Paste

Thursday, 1 January 2015

Realiti

Kalau dengan tersenyum pun boleh
buat orang terluka,
apatah lagi bila ketawa?

Kalau buat baik pun orang tak percaya
malah tuduh kau pendusta,
apatah lagi andai kau lempar nista pada
mereka?

Hidup ini tak seindah cerita dongeng.
Yang susah pada mula dan berakhir
dengan bahagia.
Bahagia yang sampai bila-bila.

Dunia realiti ini kejam.
Menghukum sorang-sorang bagai tiada
akhir.
Menghentam tanpa berfikir.
Ada yang gembira pada mula tapi
berulit duka tatkala tiba hujung usia.
Ada yang ditemani ramai manusia
tapi bila mati, sunyi tanpa doa.


-Qaleyya-

Wednesday, 31 December 2014

2014

2014...
Kehadiran mu dinanti penuh debaran...
Kedatangan mu disambut penuh kemeriahan...
Mengharap sinar, harapan dan senyuman...

Namun siapa sangka...
KAU menduga, KAU menguji kami penuh cabaran...
Mac 2014...
Perginya MH370 tanpa berita...
Perginya penuh tanda tanya...
Perginya tanpa meninggalkan secebis jejak...

Feb - Apr 2014...
Empangan kami kering...
Alam tidak sudi memberi kami air...
Catuan air sehingga berbulan-bulan lamanya...
Mengajar kami untuk tidak membazir...
Tidak cukup dengan itu...
Alam seolah-olah memarahi kami...
Jerebu menduga kami...
Seksanya hidup menyedut udara kotor...
Mungkin dari kesilapan kami sendiri...
Julai 2014
Ketika umat Islam menikmati ibadah puasa...
Dan kemeriahan Aidilfitri kian dirasa...
Hati kami bagai direntap...
Perginya MH17 tidak kembali...
Kami terduduk...
Menangisi dan meratapi perginya MH17...
Seolah-olah orang tersayang berada di sana...
Satu persatu KAU bongkarkan...
Kerana hilangnya sifat amanah si dewasa, si anak menjadi mangsa...
Kebocoran soalan UPSR...
Cukup menjatuhkan sifat mulia seorang dewasa...
Disember 2014...
Kami menangisi setiap gambar yang kami tatapi...
Air yang membawa kemusnahan...
Meruntun hati kami...
Namun kami tahu...
Ada ganjaran disebalik air kemusnahan itu...
Kini...
Saudara kami QZ8501 menghilangkan diri...
Membuat kami ternanti...
Membuat kami meratapi kembali MH370 dan MH17...
Betapa KAU sayangkan kami...
KAU hantarkan petandaMU...
KAU hantarkan petunjukMU...
KAU hantarkan ujianMU...
Supaya kami mengigatiMU...
Supaya kami tidak lupakanMU...
Mungkin selama ini telah KAU hantarkan petandaMU kepada kami...
Namun...
Tetap jua kami buta...
Buta dalam menilai cinta agungMU...
Kami alpa kepadaMU...
Kami jauh dariMU...
Kami kejam dengan bumi...
Kami abaikan saudara kami...
Kami pentingkan diri!
Kerana merasai dunia ini hak kami...
2015...
Kembalikanlah sinar, harapan dan senyuman kami...
Bawalah air mata mu 2014...
Pergilah bersama deritamu 2014...
Bersihkanlah kesan hitammu 2014...
Kami pasrah...
Kami redha...
Tuhan...
Terima kasih atas kasih sayangMU...
MH370... Kami masih menantimu...
MH17... Kami harap kamu tenang di sana...
QZ8501...Bersemadilah dengan aman...
Buat mangsa banjir...
Tabahkanlah dirimu... Kuatkanlah hatimu...
Buat semua pengajaranmu, terima kasih 2014...
Bersamalah kita ambil iktibar atas semua yang berlaku... 

-Qaleyya-

Friday, 19 December 2014

Pilihan

jika diberi pilihan
aku lebih rela berdoa
kau menjauh dan pergi
dari aku berdoa
kau datang dan kembali.

kenapa?

bila aku berdoa kau pergi
kau akan pergi
dan aku tak harap apa-apa lagi.

kalau aku doa kau kembali pada aku
aku takut
takut doa itu tak termakbul
dan aku akan terus-terusan menunggu.

jadi lebih baik doa seperti itu.


-Qaleyya-

Monday, 15 December 2014

Majlis Malam Mesra IPD Saratok

13 Disember 2014...


Anggota & Kakitangan IPD Saratok..



Me & my pakwe Muhd Rayyan.. 




-Qaleyya-

Detik Terindah

28 Jun 2014. Detik yang paling tidak dapat aku lupakan dalam hidup aku. Selama 6 bulan aku berjuang di PULAPOL untuk menunggu detik yang paling bermakna ini. 5tahun aku menunggu.. ternyata penantian aku selama ini tidak sia-sia. Terima kasih Ya Allah. Aku bersyukur padaMu. Impian aku untuk menjadi seorang anggota polis akhirnya tercapai. pada keluarga, kawan-kawan yang sentiasa mendoakan aku. Terima kasih. Jasa korang semua tidak terbalas oleh aku.. Alhamdulillah.. Dan ini semua untuk orang yang paling penting dalam hidup aku. Qaseh Aleeya Binti Abdul Mu'izz. Mama sayang Qaseh hingga hujung nyawa mama. Qasehla penguat semangat mama selama ini... Alhamdulillah.. 









#Throwback28/06/2014

-Qaleyya-


Wednesday, 10 December 2014

Selimut Tetangga - Republik

Bersabarlah sayang aku akan pulang
Jangan dengarkan gosip murahan tentang aku
Berjanjilah sayang ku slalu setia
Meski ku tak selalu di sampingmu

Tak usah kau menangis meratapi aku

Tak perlu kau berfikir ku meninggalkanku

Mana mungkin selimut tetangga

Hangati tubuhku dalam kedinginan
Malam malam panjang setiap tidurku
Selalu kesepian

Mana mungkin selimut tetangga

Hangati tubuhku dalam kedinginan
Malam malam panjang setiap tidurku
Selalu kesepian

Berjanjilah sayang ku slalu setia

Meski ku tak selalu di sampingmu

Tak usah kau menangis meratapi aku

Tak perlu kau berfikir ku meninggalkanku

Tak usah kau menangis meratapi aku

Tak perlu kau berfikir ku meninggalkanku

Mana mungkin selimut tetangga

Hangati tubuhku dalam kedinginan
Malam malam panjang setiap tidurku
Selalu kesepian

Mana mungkin selimut tetangga

Hangati tubuhku dalam kedinginan
Malam malam panjang setiap tidurku
Selalu kesepian

Bersabarlah sayang aku akan pulang




-Qaleyya-

Saturday, 6 December 2014

Cinta Aku

Tuhan.. cintaku padaMu
Tak terurai dengan baris kata.
Andai kata-kata mampu mengungkap
sebuah cinta.
Maka tingginya cintaku padaMu
ternyata dusta.

Andai aku membanding cintaku
seperti cinta seorang anak pada
keluarga.
Cinta seorang sahabat kepada
sahabatnya.
Cinta seorang kekasih pada
kekasihnya.
Cinta manusia pada kekayaan
dunia.
Dan cinta-cinta berupa dunia.
Aku sendiri malu untuk
mengungkapkan bandingan cinta ini
pada Mu tuhan yang esa.

Yang aku tahu, aku jatuh cinta
pada pencinta yang setia.
Walau jauh mana aku pergi Dia tak
pernah melangkah pergi.
Terima kasih sang pencipta cinta.


-Qaleyya-

Wednesday, 3 December 2014

Kebas

Kesakitan itu, bisa datang berkali-kali.
Hingga sampai satu tahap,

"Oh okay!"

Jadi sekarang ini,
"Oh okay!"

Bukan apa.
Hati ini sudah terlalu kebas untuk merasa
kesakitan itu.


-Qaleyya-

Tuesday, 2 December 2014

Sukar

Tiba satu masa;
Kau hanya mampu duduk,
Diam,
Sambil mengalir air mata.

Secara tiba-tiba.

Bukan apa.
Cuma,
Entahlah.

Sukar diluahkan dengan kata-kata.


-Qaleyya-

Monday, 24 November 2014

Jagakan Dia

Tuhan
Jagakan dia
Walau dia bukan milikku
Kerana aku amat menyayangi


Tuhan
Ingatkan aku padanya
Walau pasti tiba saat itu
Kerana aku tidak mahu lupa saat bersamanya


Tuhan
Syukur aku padaMu atas kehadirannya
Walau sekejap
Kerana Kau hadirkan dia untuk lengkapi jiwa


Tuhan
Aku mohon Kau tetapkan imannya
Aku mohon Kau tetapkan hatinya
Walau sebesar mana badai menimpa
Kerana aku yakin dia kuat tempuhinya


Tuhan
Lindungi dia
Walau mungkin aku tiada disini lagi
Kerana aku amat mencintai



-Qaleyya-

Wednesday, 19 November 2014

Perempuan Macho

Perempuan macho?
Nampak garang
Kadang lasak
Gaya cakap kasar

Tapi hati?
Sama macam yang lain
Fragile
Jiwa cotton candy

Bila jatuh
Payah nak bangun
Berkecai jugak
Cuma tak tunjuk

Perempuan macho
Sama juga macam yang lain
Ya, sama


-Qaleyya-

Sunday, 16 November 2014

Surat Untuk Hati

Kepada hati yang dikasihi,


Apa kau tahu silap engkau kali ini?
Apa kau tahu?
Ya.


Nampaknya kau tahu bukan?
Mudah sangat memberi pada yang tak sudi;
Akhirnya, kau sendiri makan hati.


Aku marah sama kau hati.
Marah yang sangat marah.


Kau mahu si dia kekal bersamamu, bukan?
Tapi, apa yang kau lakukan?
Atau kau terlalu meminta sampai si dia mula menjauh?
Tapi, apa yang telah kau lakukan pula?
Tanya sama hati--


-Qaleyya-

Thursday, 13 November 2014

Cari Aku!

Cari aku bila malam,
sebab hanya aku yang kau ingat waktu
bosan dan lapang.


Cari aku bila perlu,
sebab hanya aku yang akan menghulur
tangan untuk membantu.


Cari aku bila susah,
sebab untuk engkau, hanya aku
seorang yang sanggup berpayah.


Cari aku bila jatuh,
sebab kau tahu aku mampu buat kau
bangkit tanpa mengaduh.


Cari aku bila sedih,
sebab hanya aku yang boleh duduk
bersama kau dan menangis.


-Qaleyya-

Friday, 7 November 2014

Dia

Dia tak sama macam dulu
Dulu yang kau tikam-tikam hatinya
sampai hancur,
tapi dia masih boleh senyum.

Dulu yang kau patah-patahkan 
semangatnya sampai jatuh,
tapi dia masih boleh bangun.

Dulu yang kau pijak-pijak perasaannya
sampai tiada,
tapi dia masih boleh ketawa.

Kau ni siapa sebenarnya pada dia?
Bukan berpuluh tahun pun kenangan
bersama,
tapi dia tetap menangis saat terdengar
kau punya nama.

Dia kini,
susah nak dihancurkan.
Malah sebenarnya dia yang
menghancurkan.

Dia kini,
bukan lagi yang senang dipijak-pijak.
Kerana semuanya dia yang henyak.

-Qaleyya-