Wednesday, 31 December 2014

2014

2014...
Kehadiran mu dinanti penuh debaran...
Kedatangan mu disambut penuh kemeriahan...
Mengharap sinar, harapan dan senyuman...

Namun siapa sangka...
KAU menduga, KAU menguji kami penuh cabaran...
Mac 2014...
Perginya MH370 tanpa berita...
Perginya penuh tanda tanya...
Perginya tanpa meninggalkan secebis jejak...

Feb - Apr 2014...
Empangan kami kering...
Alam tidak sudi memberi kami air...
Catuan air sehingga berbulan-bulan lamanya...
Mengajar kami untuk tidak membazir...
Tidak cukup dengan itu...
Alam seolah-olah memarahi kami...
Jerebu menduga kami...
Seksanya hidup menyedut udara kotor...
Mungkin dari kesilapan kami sendiri...
Julai 2014
Ketika umat Islam menikmati ibadah puasa...
Dan kemeriahan Aidilfitri kian dirasa...
Hati kami bagai direntap...
Perginya MH17 tidak kembali...
Kami terduduk...
Menangisi dan meratapi perginya MH17...
Seolah-olah orang tersayang berada di sana...
Satu persatu KAU bongkarkan...
Kerana hilangnya sifat amanah si dewasa, si anak menjadi mangsa...
Kebocoran soalan UPSR...
Cukup menjatuhkan sifat mulia seorang dewasa...
Disember 2014...
Kami menangisi setiap gambar yang kami tatapi...
Air yang membawa kemusnahan...
Meruntun hati kami...
Namun kami tahu...
Ada ganjaran disebalik air kemusnahan itu...
Kini...
Saudara kami QZ8501 menghilangkan diri...
Membuat kami ternanti...
Membuat kami meratapi kembali MH370 dan MH17...
Betapa KAU sayangkan kami...
KAU hantarkan petandaMU...
KAU hantarkan petunjukMU...
KAU hantarkan ujianMU...
Supaya kami mengigatiMU...
Supaya kami tidak lupakanMU...
Mungkin selama ini telah KAU hantarkan petandaMU kepada kami...
Namun...
Tetap jua kami buta...
Buta dalam menilai cinta agungMU...
Kami alpa kepadaMU...
Kami jauh dariMU...
Kami kejam dengan bumi...
Kami abaikan saudara kami...
Kami pentingkan diri!
Kerana merasai dunia ini hak kami...
2015...
Kembalikanlah sinar, harapan dan senyuman kami...
Bawalah air mata mu 2014...
Pergilah bersama deritamu 2014...
Bersihkanlah kesan hitammu 2014...
Kami pasrah...
Kami redha...
Tuhan...
Terima kasih atas kasih sayangMU...
MH370... Kami masih menantimu...
MH17... Kami harap kamu tenang di sana...
QZ8501...Bersemadilah dengan aman...
Buat mangsa banjir...
Tabahkanlah dirimu... Kuatkanlah hatimu...
Buat semua pengajaranmu, terima kasih 2014...
Bersamalah kita ambil iktibar atas semua yang berlaku... 

-Qaleyya-

Friday, 19 December 2014

Pilihan

jika diberi pilihan
aku lebih rela berdoa
kau menjauh dan pergi
dari aku berdoa
kau datang dan kembali.

kenapa?

bila aku berdoa kau pergi
kau akan pergi
dan aku tak harap apa-apa lagi.

kalau aku doa kau kembali pada aku
aku takut
takut doa itu tak termakbul
dan aku akan terus-terusan menunggu.

jadi lebih baik doa seperti itu.


-Qaleyya-

Monday, 15 December 2014

Majlis Malam Mesra IPD Saratok

13 Disember 2014...


Anggota & Kakitangan IPD Saratok..



Me & my pakwe Muhd Rayyan.. 




-Qaleyya-

Detik Terindah

28 Jun 2014. Detik yang paling tidak dapat aku lupakan dalam hidup aku. Selama 6 bulan aku berjuang di PULAPOL untuk menunggu detik yang paling bermakna ini. 5tahun aku menunggu.. ternyata penantian aku selama ini tidak sia-sia. Terima kasih Ya Allah. Aku bersyukur padaMu. Impian aku untuk menjadi seorang anggota polis akhirnya tercapai. pada keluarga, kawan-kawan yang sentiasa mendoakan aku. Terima kasih. Jasa korang semua tidak terbalas oleh aku.. Alhamdulillah.. Dan ini semua untuk orang yang paling penting dalam hidup aku. Qaseh Aleeya Binti Abdul Mu'izz. Mama sayang Qaseh hingga hujung nyawa mama. Qasehla penguat semangat mama selama ini... Alhamdulillah.. 









#Throwback28/06/2014

-Qaleyya-


Wednesday, 10 December 2014

Selimut Tetangga - Republik

Bersabarlah sayang aku akan pulang
Jangan dengarkan gosip murahan tentang aku
Berjanjilah sayang ku slalu setia
Meski ku tak selalu di sampingmu

Tak usah kau menangis meratapi aku

Tak perlu kau berfikir ku meninggalkanku

Mana mungkin selimut tetangga

Hangati tubuhku dalam kedinginan
Malam malam panjang setiap tidurku
Selalu kesepian

Mana mungkin selimut tetangga

Hangati tubuhku dalam kedinginan
Malam malam panjang setiap tidurku
Selalu kesepian

Berjanjilah sayang ku slalu setia

Meski ku tak selalu di sampingmu

Tak usah kau menangis meratapi aku

Tak perlu kau berfikir ku meninggalkanku

Tak usah kau menangis meratapi aku

Tak perlu kau berfikir ku meninggalkanku

Mana mungkin selimut tetangga

Hangati tubuhku dalam kedinginan
Malam malam panjang setiap tidurku
Selalu kesepian

Mana mungkin selimut tetangga

Hangati tubuhku dalam kedinginan
Malam malam panjang setiap tidurku
Selalu kesepian

Bersabarlah sayang aku akan pulang




-Qaleyya-

Saturday, 6 December 2014

Cinta Aku

Tuhan.. cintaku padaMu
Tak terurai dengan baris kata.
Andai kata-kata mampu mengungkap
sebuah cinta.
Maka tingginya cintaku padaMu
ternyata dusta.

Andai aku membanding cintaku
seperti cinta seorang anak pada
keluarga.
Cinta seorang sahabat kepada
sahabatnya.
Cinta seorang kekasih pada
kekasihnya.
Cinta manusia pada kekayaan
dunia.
Dan cinta-cinta berupa dunia.
Aku sendiri malu untuk
mengungkapkan bandingan cinta ini
pada Mu tuhan yang esa.

Yang aku tahu, aku jatuh cinta
pada pencinta yang setia.
Walau jauh mana aku pergi Dia tak
pernah melangkah pergi.
Terima kasih sang pencipta cinta.


-Qaleyya-

Wednesday, 3 December 2014

Kebas

Kesakitan itu, bisa datang berkali-kali.
Hingga sampai satu tahap,

"Oh okay!"

Jadi sekarang ini,
"Oh okay!"

Bukan apa.
Hati ini sudah terlalu kebas untuk merasa
kesakitan itu.


-Qaleyya-